Saturday, January 11, 2014

8 Kelemahan Si Perfeksionis

Pernah mencoba memahami sifat kita sendiri? Apa Anda adalah seorang Perfeksionis?
Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, sekalipun itu orang perfeksionis. Orang perfeksionis adalah orang yang memiliki karakter/sifat yang selalu menuntut kesempurnaan.

Kesempurnaan tidak selalu penting bagi sebagian orang, tapi untuk seorang perfeksionis kesempurnaan adalah segalanya. Sehingga dalam beberapa aspek pekerjaan dia akan menuntut untuk selalu sempurna.

Tapi tahukah kamu, di balik kesempurnaan si perfeksionis terdapat ketidaksempurnaan yang bisa merugikan dirinya sendiri. Ini mengambil beberapa kesimpulan dari ciri-ciri perfeksionis.


8 Kelemahan Si Perfeksionis:

1. Mendambakan Kesempurnaan

Orang yang perfeksionis selalu menginginkan setiap pekerjaan di lakukan dengan sempurna. Ini yang membuatnya menjadi manusia yang berlebihan. Kadang membuatnya tidak disukai oleh orang lain. Kita tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, sesempurna apapun yang dikerjakan oleh si perfeksionis, pasti akan ada ketidaksempurnaannya juga.
Perfeksionis

2. Melakukan Hal Yang Kadang Tidak Perlu

Salah satu sifat perfeksionis adalah memperhatikan hal-hal detail. Terkadang dia terlalu sibuk dengan hal kecil yang tidak penting, bahwa sebenarnya ada hal lain yang lebih penting dari itu. Inilah Yang menjadi kelemahan di balik kelebihan sifatnya itu.

3. Cerewet

Ini yang membuat orang kadang tidak suka dengan orang perfeksionis. Karena salah satu sifatnya adalah gemar mengkritik. Dia akan mudah mengkritik jika menemui sesuatu yang kurang sempurna, entah itu pekerjaannya sendiri atau orang lain.

4. Terlalu Memiliki Standar Yang Tinggi

Orang dengan sifat ini selalu memiliki standar hidup yang tinggi. Dengan standarnya sendiri yang tinggi, ia terkadang tidak mampu mencapiainya sendiri. Ia juga cenderung menilai sesuatu sesuai dengan standarnya yang tinggi.

5. Bekerja Lebih Banyak

Untuk mencapai hasil yang sempurna, seorang yang perfeksionis akan selalu bekerja melampaui pekerjaan orang-orang pada umumnya. Sehingga dia banyak menghabiskan waktu untuk mencapai sesuatu yang dianggapnya berkualitas. Terkadang hal ini membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif.

6. Suka Menunda

Masalah perfeksionis adalah tindakannya yang cenderung suka menunda-nunda dan akhirnya capek sendiri. Obsesinya akan kesempurnaan menjadi beban pikiran dan meletihkan perasaannya. Orang perfeksionis akan cepat kehabisan energi karena terus cemas tentang bagaimana menyempurnakan sesuatu yang akan dikerjakannya atau berpikir seandainya dulu saya begini atau begitu.

7. Mudah Frustasi dan Depresi

Menjadi seorang yang perfeksionis terkadang dapat membuat frustasi dan depresi. Hal ini bisa terjadi ketika dia mengerjakan sesuatu dengan sangat bekerja keras bahkan menghabiskan banyak waktu dari pada biasanya, namun hasil pekerjaannya tidak memenuhi harapan yang diinginkan olehnya dan orang lain. Ketika dia tidak bisa mencapai tujuan yang optimal, kemungkinan dia akan berhadapan dengan rasa frustasi dan depresi.

8. Terlalu Lambat

Mungkin orang lain dapat mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tepat waktu. Tapi ini tidak berlaku pada orang perfeksionis. Karena orang dengan sifat ini, menuntut kesempurnaan pada hasil. Sehingga membuatnya untuk bekerja keras dan selalu mengulang, meneliti setiap detail dari hasil pekerjaannya. Namun tidak bisa dipungkiri hasil pekerjaannya memang jauh lebih baik dari orang lain.

Itulah 8 Kelemahan Si Perfeksionis yang bisa di rangkum di blog ini. Tidak ada hal yang sempurna, bahwa ketidaksempurnaan itu jauh lebih indah. Jika kamu seorang yang perfeksionis, cobalah kamu menurunkan sedikit standar tinggi yang biasa kamu gunakan. Cobalah untuk menjadi orang yang fleksibel.

Related Posts

8 Kelemahan Si Perfeksionis
4/ 5
Oleh